"Hei kawan, ini bukannya sudah subuh? Ayolah tidur kawan" Ya begitulah kata hati saya saat malam, oh maaf, mungkin sudah subuh. Kegiatan konyol yang sering saya lakukan setiap malam hari, sungguh memuakkan! Saya sudah cukup bosan dengan keadaan seperti ini, hampir setiap malam mata saya masih segar hingga menjelang waktu subuh. Mungkin ini efek dari tugas kuliah yang di berikan oleh dosen dengan aturan Deadline sehingga saya harus mengejar target menyelesaikannya hingga subuh, bahkan tanpa tidur selama 24 jam. Jikapun tidak ada tugas, mata saya tetap akan terbuka sampai waktu subuh pula. Biasanya kalau sudah seperti ini, saya melakukan kegiatan olahraga 22 jari, yaitu online. Maklum, saya sudah menjadi seorang pecandu seks, eh maaf, internet sejak timbulnya friendster, facebook, dan twitter, redtube, blazzter bahkan sejak saya meninggalkan akun friendster saya.
Ya kembali lagi pada masalah saya. Terkadang, saya iri kepada teman saya, bahkan keluarga saya, mereka bisa tidur lebih awal dari saya di saat saya masih gelisah untuk menutup mata sesaat. Mungkin Tuhan sedang memberi saya tugas, yaitu menjaga rumah dimalam hari. Itu hanya kemungkinan saja, belum tentu benar adanya atau itu hanya perasaan saya saja. Sering saya mencari dan bertanya pada teman, apa penyakit saya dan apa penyebabnya? Mereka hanya menyebutkan bahwa saya mengidap Insomnia. "Wah, apakah ini gejala awal aku akan hilang ingatan? apakah memori otak aku akan bersih dari Sasha Grey, Kim Kardhasian, Miyabi dan artis esek-esek? Apakah aku akan hidup normal dengan ingat ibadah dan Tuhan ku walaupun saat ini aku masih ingat Tuhan dan terkadang ibadah? Oh tidaaaak, aku tak mau ingatan ku hilang seperti sinetron tolol yang hilang ingatan karena kecelakaan. Aku ini hanya susah tidur di malam hari, keluarga ku menyebutku kelalawar, itu saja", sejenak saya berpikir mengenai insomnia. Bagaimana tidak itu membuat saya takut jika ancamannya mengerikan? Ya kurang lebih seperti rakyat Timur Tengah yang masih bergejolak. Setelah mengetahui bahwa saya mengidap insomnia, saya segera mencari referensi mengatasinya, walaupun itu hanya browsing di internet. Ya lumayanlah daripada saya harus konsultasi di On Clinic yang katanya rahasia terjaga. Bagaikan pungguk merindukan bulan, akhirnya saya menemukan cara mengatasinya, oh sungguh tidak sinkron peribahasanya. Dalam referensi yang saya temui, cara mengatasi insomnia yaitu jangan banyak minum, minum kopi apalagi, dan usahakan membaca sebelum tidur. Wah, kalau minum, apalagi kopi saya sangat susah meninggalkannya. Nah kalau membaca sebelum tidur, memang saya sering melakukannya, apalagi membaca setengah baya. Biasanya habis membaca, saya akan tertidur karena mata lelah membaca, tetapi resikonya ya si Jhon akan bangun. Fleksibel jika ada yang merangsang.
Nah, sekarang cek sound di masjid dekat rumah sudah terdengar, mata saya saja masih segar. Tapi, sebelum ayam berkokok, jangan telat untuk tidur, begitulah kata orang tua. Mungkin saatnya saya untuk mencoba memejamkan mata sekarang. Oke, sekarang saatnya saya baring, memejamkan mata, mengosongkan pikiran tanpa embel-embel porno, karena saya menulis ini hanya curhatan belaka. Mohon maaf jika kejadian ini serupa dengan anda, walaupun muka kita berbeda, anda cantik jelita dan saya buruk rupa, tapi jangan lupa untuk membaca umpatan saya yang lainnya.
Wassalam, SKD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar