Yang pertama momen yang saya lewatkan untuk menulis adalah pesta rakyat.Ya, saat semua orang Indonesia sibuk memilih jagoan mereka untuk memimpin daerah bahkan negara ini. Saat 9 April 2014 rakyat Indonesia memilih anggota leslatif. Sebenarnya tidak terlalu penting sih, karena memilih anggota legislatif mesti membuka beberapa lembar surat suara untuk dicoblos dan itu cukup membuat saya pusing untuk memilih para caleg yang bohay nan seksi. Kemudian 9 Juli 2014, pemilihan Presiden Republik Indonesia, yang masa kampanyenya begitu membuat saya muak. Ya, kampanye yang penuh fitnah dan hampir membuat pecah belah. Sungguh memuakkan saat itu, tapi aku memilih satu diantara 2 pasangan capres tersebut. Yaitu, maaf ini masih rahasia, hehe.
Yang kedua, saat penetapan presiden terpilih. Penuh kontroversi dan drama saat itu, bagaikan telenovela ala Indonesia. Mungkin Anda melihat juga di TV saat persidangan Mahkamah Konstitusi. Apa tanggapan anda? Saya pikir kekonyolan yang ditampilkan merupakan murni dari pemain persidangan itu. Di luar persidangan, para konyolers pendukung salah satu calon presiden yang gagal dan masih menginginkan calon tersebut terpilih sebagai presiden, cukup membuat saya prihatin akan kebesaran hati. Mereka yang berorasi menuntut keadilan katanya, tapi tindakan yang konyol, sangat memprihatinkan. Hanya ingin mendapatkan makanan produk asing yang katanya jagoan mereka adalah ANTI ASING. Bullshit! Maaf, bukan menghina, tapi itulah realita yang saya lihat.
Selanjutnya, yang ketiga adalah ujian akhir semester. Ada satu mata kuliah yang membuat saya menekuninya, yaitu Dramaturgi. Entah apa yang membuat saya begitu tertarik untuk menekuninya. Mungkin karena saya sangat menyukai bermain peran layaknya politisi yang banyak macam mukanya, hehe. Saat mata kuliah ini, saya beserta teman sekelas diberi peran untuk bermain dan itu dipentaskan untuk umum. Sungguh membuat saya ingin mengulanginya, tapi bukan dengan cara mendapat nilai akhir D ataupun E. Karena saya sangat menyukai karya orang dibandingkan karya saya, jadi saya banyak menyukai mata kuliah yang mendalami sastra, walaupun ada mata kuliah pendalaman sastra yang nilainya E, hehe (saya tak akan menceritakan kenapa bisa seperti itu :p).
Yang terakhir (mungkin), awal saya bekerja di semester baru (cieee yang kerja). Ya, saya ditawari oleh sepupu saya untuk membantu pekerjaan dia, karena itu keinginan saya sejak pertama kuliah, tak mungkin saya menolak. Selain mencari pengalaman kerja sebelum memasuki pekerjaan dan tantangan hidup yang sesungguhnya, jadi saya belajar dulu di perusahaan paman-adik ibu saya-yang kebetulan juga saya menumpang tinggal di rumah beliau. Awal masuk kerja tidaklah begitu sulit, namun cukup membingungkan bagi saya yang memang sering lupa proses. Maklum, akibat jarang mengasah otak, hehe. Pekerjaan saya di kantor awalnya adalah menginput data keluar-masuk produk yang kami jual. Tidak begitu sulit kan? Jadi saya hanya duduk di kursi dan memainkan jari di keyboard laptop, sambil online dan belajar menulis cerita di blog. Hehe.
Mungkin terlihat begitu konyol tulisan saya ini, tapi itulah faktanya bahwa kekonyolan dapat membuat kita lupa untuk mempublikasikannya melalui sebuah tulisan. Terkadang hanya bisa diungkapkan melalui lisan saja. Tulisan ini hanya bentuk pembelajaran bagi saya untuk lebih baik lagi dalam menulis. Demikianlah untuk kalian para konyolers yang sudah membaca, terima kasih. Salam Konyol Damai (SKD).
Selanjutnya, yang ketiga adalah ujian akhir semester. Ada satu mata kuliah yang membuat saya menekuninya, yaitu Dramaturgi. Entah apa yang membuat saya begitu tertarik untuk menekuninya. Mungkin karena saya sangat menyukai bermain peran layaknya politisi yang banyak macam mukanya, hehe. Saat mata kuliah ini, saya beserta teman sekelas diberi peran untuk bermain dan itu dipentaskan untuk umum. Sungguh membuat saya ingin mengulanginya, tapi bukan dengan cara mendapat nilai akhir D ataupun E. Karena saya sangat menyukai karya orang dibandingkan karya saya, jadi saya banyak menyukai mata kuliah yang mendalami sastra, walaupun ada mata kuliah pendalaman sastra yang nilainya E, hehe (saya tak akan menceritakan kenapa bisa seperti itu :p).
Yang terakhir (mungkin), awal saya bekerja di semester baru (cieee yang kerja). Ya, saya ditawari oleh sepupu saya untuk membantu pekerjaan dia, karena itu keinginan saya sejak pertama kuliah, tak mungkin saya menolak. Selain mencari pengalaman kerja sebelum memasuki pekerjaan dan tantangan hidup yang sesungguhnya, jadi saya belajar dulu di perusahaan paman-adik ibu saya-yang kebetulan juga saya menumpang tinggal di rumah beliau. Awal masuk kerja tidaklah begitu sulit, namun cukup membingungkan bagi saya yang memang sering lupa proses. Maklum, akibat jarang mengasah otak, hehe. Pekerjaan saya di kantor awalnya adalah menginput data keluar-masuk produk yang kami jual. Tidak begitu sulit kan? Jadi saya hanya duduk di kursi dan memainkan jari di keyboard laptop, sambil online dan belajar menulis cerita di blog. Hehe.
Mungkin terlihat begitu konyol tulisan saya ini, tapi itulah faktanya bahwa kekonyolan dapat membuat kita lupa untuk mempublikasikannya melalui sebuah tulisan. Terkadang hanya bisa diungkapkan melalui lisan saja. Tulisan ini hanya bentuk pembelajaran bagi saya untuk lebih baik lagi dalam menulis. Demikianlah untuk kalian para konyolers yang sudah membaca, terima kasih. Salam Konyol Damai (SKD).