Sedikit Umpatan Dari Saya

Kamis, 31 Oktober 2013

Teori Relativitas Einstein

Apa tujuan hidup sebenarnya? Sebuah pertanyaan yang biasanya terlintas di pikiranku saat merenung sendirian di tepi kolam. Mungkin pertanyaan ini bisa menemukan jati diri saya, harta, tahta, ataupun wanita bagi saya. Ya, filosofi saya mengenai jati diri adalah kesuksesan mengontrol emosional jiwa, apalagi di masa yang masih belum menemui jati diri, terkendalinya emosional sangat labil. Itu menurut pandangan saya, bukan dari filsuf terkenal seperti Plato ataupun Mike Tyson. Tujuan hidup, memangnya hanya "Hidup untuk makan" atau "Makan untuk hidup"? Atau hidup, kemudian meninggal terus reinkarnasi dan hidup lagi seperti Dragon Ball? Semua itu tergantung pada pandangan hidup masing-masing individu. Tumbuhan juga mempunyai pandangan hidup, mereka tumbuh dan berkembang sehingga melahirkan tunas baru. Sama seperti manusia, tumbuh dan berkembang. Hanya bedanya, manusia perlu mencari jalan kebenaran, untuk apa? Untuk mendapatkan kehidupan yang hakiki setelah mati.
Manusia, terkadang melakukan hal bodoh, maaf, konyol maksud saya. Kenapa bisa? Nah, menurut analisis saya lagi, jika manusia tidak pernah melakukan hal bodoh, maaf, konyol, berarti manusia itu tidak merasakan hidup yang sebenarnya. Contohnya saja ketika kita biasa mendengar orang yang gagal, kemudian sukses, orang tersebut telah melakukan hal yang konyol sehingga membuat orang tersebut pernah gagal. Ya semoga saja saya menjadi orang yang sukses kelaknya dan anda juga melakukan hal bodoh untuk merasakan hidup yang sebenarnya. Inilah menurut pandangan saya saat ini mengenai tujuan hidup, biasanya akan berubah pandangan hidup seseorang tergantung siapa dan apa influence pandangan hidupnya dan saya berkaca pada influence saya untuk dasar teori yang saya pakai, yaitu om Albert Einstein dengan teori RELATIVITAS.
Selamat menikmati hidup anda, Salam Konyol Damai.