Sedikit Umpatan Dari Saya

Senin, 30 Desember 2013

Presidensial, Bukan Presiden Sial dan Bukan Penjilat Ludah!

Pada awal tahun 2014, sistem Jaminan Kesehatan Nasional akan dilaksanakan di Negeri ini. Melihat sistem dan proses kesehatan yang ada, mungkin sekitar 7-10% saja puskesmas yang memiliki dokter. Mungkin saja kendalanya adalah daerah yg sulit di jangkau. Tapi menurut saya tidak menutup kemungkinan para dokter harus bertugas disana karena mereka adalah pahlawan nyawa berjubah putih.
Sistem Jaminan Kesehatan Nasional ini sudah diumumkan oleh presiden terhormat Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Agustus lalu. Beliau mengatakan kalau orang kaya atau orang mampu jangan sedikit-sedikit sakit berobat ke luar negeri. Dan saya sangat mengapresiasi perkataan beliau saat itu. Tetapi berubah pandangan saya terhadap beliau yang kelihatan tidak konsisten, penjilat ludah. Kenapa? Karena beberapa waktu lalu beliau mengisyaratkan bahwa para menteri/pejabat negara/pejabat tinggi jika sakit berobat ke luar negeri dg gratis. Anggarannya tidak sedikit bung. Bayangkan jika satu menteri beserta satu istri dan dua anak dikalikan beberapa menteri yang menjabat. Bisa jadi mencapai 1 Trilyun. Bisa untuk anggaran logistik, pendidikan atau lainnya.
Alangkah baiknya jika Pak Presiden yang terhormat itu memberikan pengobatan gratis kepada orang kurang mampu dan para pejabat yang sakit mencoba untuk berobat di puskesmas yang tidak ada dokternya. Agar bisa merasakjgaan juga kebersamaan insani di negeri yang katanya sudah berkembang ini.
Semoga Pak Presiden yang terhormat sempat membuka blog saya ini. Membuka unek-unek saya dan memerintahkan saya mengganti menteri yang masuk daftar berobat gratis. Semoga saja :)

Jumat, 13 Desember 2013

Hei Kawan, Apa Kabarmu Di Sana?

Ketika kau tak lagi bersama kami, ketika kau mendahului kami kembali ke sang Pencipta, kami sangat kehilangan dan sedih, terkadang juga bangga. Ya, bangga karena kau mampu melawan sakit yang kau derita itu. Selama bertahun-tahun kita bersama, bersenda gurau, berkreasi, kau tidak pernah mengeluh akan sakit yang kau derita. Kami sedih karena harus kehilangan dirimu yang sangat bermakna diantara kami. Kami kehilangan sosok yang kami hormati. Bertahan dalam waktu sekitar 2 tahun, berjuang sendiri untuk sakit yang kau derita tanpa kami ketahui. Itu sungguh tindakan konyol darimu, tapi kami salut kau bisa seperti itu. Kami salut karena kami mungkin tidak bisa sepertimu, yang mencoba terlihat sehat walau sebenarnya kau sakit. Masih terngiang dalam ingatanku saat kau bercanda, tertawa, serius, dan saat-saat bersama kami. Kau juga lah mentorku, mentor kami, sahabatku, sahabat kami, keluargaku dan keluarga kami.
Kini, kau telah berada di alam lain, bersama para malaikat dan mungkin juga bersama orang yang aku kenal yang telah mendahului kami. Selamat istirahat di alam sana kawan kami, Edward, selalu kami kenang saat-saat bersamamu :)


Senin, 09 Desember 2013

9-10, Beda Tipis Lah.

Korupsi? Koruptor? Ah, korupsi itu merupakan hak setiap manusia, karena berdampingan. Alasannya peringatan Hari Korupsi dan Hak Asasi Manusia hanya selisih 24 jam. Korupsi merupakan hak karena ya itu, hak. Contohnya saya yang telat ngampus, itu hak saya mau telat atau cepat, tapi sudah termasuk korupsi. Korupsi waktu. Kemudian jika koruptor di hukum mati, kan ada Hak Asasi Manusia, manusia berhak untuk hidup. Saya semakin bingung jika keduanya dikaitkan. Satu sisi, kosupsi salah, sisi lainnya hukuman mati menyalahi hak manusia untuk hidup. Seperti yang kita ketahui, tanggal 9 Desember adalah peringatan Hari Korupsi Sedunia dan 10 Desember merupakan Hari Hak Asasi Manusia. Sungguh berdekatan bukan? Selanjutnya bagaimana Hak Asasi Manusia di Indonesia, apakah sudah memiliki hak sepenuhnya? Saya rasa tidak. Banyak persoalan di negri ini yang sangat bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. Manusia berhak untuk hidup, mengelola sumber daya alam dan isinya, berhak untuk mengeluarkan pendapat, berhak memilih keyakinan dan masih banyak lagi hak-hak manusia lainnya. Tetapi di Indonesia, hak manusia banyak dirampas oleh orang tak mengenal dosa. Hak untuk mengelola Sumber Daya Alam beserta isinya misalnya, sudah hilang haknya kan?Semua orang di dunia tahu bahwa hutan kita adalah paru-paru dunia, tetapi kini mungkin sudah sedikit dan tidak tertutup kemungkinan akan hilang julukan tersebut. Ini karena orang tak bertanggung jawab sudah merampas hak masyarakat lokal untuk mengelola hutan tersebut. Kini masyarakat lokal akan tersisih karena akan banyaknya gedung-gedung tinggi, mal-mal bertaburan, perkantoran, bahkan perkebunan monokultur merupakan penyebab utamanya. Masyarakat lokal tidak mempunyai hak lagi untuk mengelola hutan mereka, hak mereka sudah diambil alih oleh bajingan asing, pejabat negara, pejabat daerah setempat, dan oknum yang tak bertanggung jawab. Hebatnya lagi, walau mereka sudah berusaha untuk mengembalikan hak mereka untuk mengelola, tetap saja keadilan di negri ini masih memihak yang berkantong tebal. Kemudian hak untuk hidup, aktivis HAM bagaimana? Dia berjuang untuk menegakkan HAM di negri ini malah di bunuh. Sungguh ironi yang benar-benar membuat hati ini teriris. Semoga Korupsi dan Hak Asasi Manusia di negri ini bisa di tegakkan, maksudnya korupsi bisa di berantas dan Hak Asasi Manusia tetap berdiri tegak. Selamat jalan Munir dan matilah kau KORUPTOR!